-->

GPS

Generation Perfect succesfully

axis bersama ibuk'e fariz

lab ipa.

haflah muwadda'ah

ini mungkin saat-saat terakhir kita untuk tinggal bersama di asrama tapi ingat kawan hati kita selalu bersama dimanapun dan kapanpun.

bersepeda ria

masih ingatkan kalian foto in?haha,y , foto ketika kita merencanakan untuk bersepeda tapi dimarahi hehe .

muka muka culun

masih ingat foto ni nggak?????hehe

lebaran

lebaran ke rumah guru2,.....

Kamis, 28 Agustus 2014

Kesuksesan yang Penuh Rintangan


Kesuksesan yang Penuh Rintangan
11 Juli 2010....hari itu akhirnya datang juga hari dimana kami akan memulai kehidupan baru kami di asrama dan hari dimana kami akan menemukan jatidiri kami.
Pondok Pesantren AZ-Zahrah, ya itu adalah tempat yang akan kami tinggali selama tiga tahun untuk mencari ilmu. Dan di tempat ini juga kami mulai mengenal satu sama lain,tem pat dimana kami menjadi satu keluarga, dan tentunya tempat dimana Third Generation tebentuk.
Hari senin pun tiba, kami pun mulai bersiap-siap untuk berangkat sekolah, ya hari ini adlah hari pertama kami masuk sekolah. Kami memulai hari dengan penuh semangat dan dengan penuh harapan. Kami ingin selepas kami lulus dari sekolah nanti kami bisa menjadi orang yang sukses.
Mungkin di minggu-minggu pertama kami masuk ke asrama kami masih belum bisa melupakan suasan rumah, dan selalu teringat dengan keluarga yang ada di rumah. Dan banyak dari beberapa kami yang menangis, jatuh sakit karena belum krasan. Dan banyak kejadian- kejadian lucu padaminggu-minggu pertama ini. Seperti ada yang ngelindur sambil mengejar temannnya,ada yang nangis sambil ditunggui ibunya di kelas,ada yang suka menyendiri, ada yang selalu dibawakan air dari rumah karena takut anaknya sakit dan masih banyak lagi. Dan tentunya hal-hal seperti inilah yang akan kami ingat setelah kami lulus nanti dan menjadi kenangan indah.
Di kelas VII ini kami mulai mengenal apa arti sahabat dan apa gunanya punya sahabat. Ya sahabat akan menjadi sesosok penghibur di saat kita sedih. Menjadi penyemangat saat kita jatuh.
Hari demi hari,bulan demi bulan telah kami lewati, dan tidak terasa kami telah menjadi kelas VIII. Disinilah kebersamaan kita mulai terjalin. Kami tidak lagi Mengenal  lagi perbedaan kelas, bagi kami semua sama dan bagi kami semua adalah keluarga. Akan tetapi di tahun inilah kami mulai mendapat beberapa masalah yang cukup membebani kami. Kami sering dibandingkan dengan kakak-kakak kelas kami. Banyak yang mengatakan bahwasanya kakak kelas kami jauh lebih pintar daripada kami,mereka juga lebih baik perilakunya daripada kami, ada juga yang bilang kami adalah generasi yang hilang. Kami sempat minder dengan apa yang telah mereka katakan. Dan kami pun merasa bahwasannya generasi kami memang generasi yang paling buruk. Jadi kami sempat cuek dengan apa yang orang-orang katakan tentang kami, kami pun sering melanggar peraturan dan sering nakal. Karena beberapa dari kami berfikiran “kalau sudah rusak ya sekalian rusak”. Akan tetapi kami sadar bahwasannya hal itu tidak menyelesaikan masalah, jadi kami sedikit demi sedikit mulai sadar dan berbenah untuk menjadi lebih baik.
Dan tak terasa waktu berlalu begitu cepat, kami pun sudah menjadi kelas IX. Dan masih banyak yang meragukan bahwasannya generasi kami akan lulus dengan nilai yang memuaskan. Akan tetapi hal itutidak membuat kami down justru ha itu-lah yang membuat kami termotivasi untuk membuktikan bahwa yang orang-orang katakan itu salah. Kami pun berusaha belajar dengan sungguh-sungguh. Tujuan kami adalah kami bisa lulus Un dengan nilai yang terbaik dan dapat masuk ke sekolah favorit.
UN pun datang, siap tidak siap kami harus menghadapinya, karena inilah saatnya untuk membuktikan generasi kami adalah generasi yang tebaik. 4 hari pun berlalu, dan alhamdulillah kami dapat melewatinya dengan lancar. Kami tinggl berdoa dan bertawakal kepada Allh SWT, sambil menunggu pengumuman. Dan sendari kami menunggu pengumuman , kami mendapat berita yang menggembirakan 6 orang dari kami diterima di MAN IC, sekolah favorit yang  paling dituju di sekolah kami. Kami merasa sangat senang. Kami juga merasa puas, akhirnya kami dapat membuktikan bahwasannya generasi kami tidak seburuk yang orang-orang fikirkan.
Acara perpisahan pun tiba, acara dimana perasaan kami menjadi campur aduk antara senang sedih, dan deg-degan.senang karena akhirnya kami dapat menyelesaikan masa MTS kami, sedih karena kami tahu acara ini mungkin detik-detik terakhir kami bisa berkumpul dan tertawa bersama, dan deg-degan karena kami masih menunggu hasil UN kami. Kami pun melalui acara ini dengan suka duka. Dan acara pun ini berjalan dengan lancar dan acaranya pun sangat menghibur. Dan kami berharap acara ini bukanlah akhir dari cerita persahabatan kami. Dan kami berharap cerita persahabatan kami terus berlanjut sampai maut menjemput.
Dan hasil UN pun telah keluar, kami sudah tak sabar untuk melihat hasilnya. Dan alhamdulillah kami lulus 100% dengan nilai yang cukup memuaskan. Kami puas dan merasa sangat senang sekali.
Satu persatu dari kami pun mulai mengemasi barang-barangnya. Itu pertanda bahwasannya kami akan mulai berpisah tempat. Kami harus menerima kenyataan ini, benar kata pepatah bahwasannya setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Dan kini hal itu telah terjadi. Tetapi kami menganggap perpisahan ini bukanlah pertemuan terakhir kami akan tetapi ini hanyalah perpisahan tempat kami. dan hati dan raga kami tetaplah satu yaitu THIRD GENERATION.
Kawan mungkin kita memang sudah tidak bisa lagi tinggal bersama-sama, mungkin kita akan jarang lagi untuk tertawa, menangis, bersama. Tapi ingat kawan kita pernah tinggal satu atap selam tiga tahun. Kita juga sudah membina kebersamaan ini dengan baik. Saya berharap kebersamaan dan  kekeluargaan ini selalu terjaga. Jadi tanamkan dalam hati kecil kalian bahwa kita adalah keluarga, dan kita tetap menjadi satu tubuh yaitu Third Generation.
Dan saya juga berharap bahwa kesibukan kalian selama di sekolah tidak membuat kebersamaan kita berkurang. Saya tahu kalian semua sibuk dengan urusan kalian masing2, tapi apalah beratnya menulis sepenggal cerita untuk menghibur satu sama lain. Lagian ini juga untuk menjaga jebersamaan kita kan?maaf jikalau perkataan saya menyinggung kalian, tapi ini demi kekompakan kita